Archive for the ‘Bersih Jiwa Suci Hati’ Category

Tipis Iman Faktor Utama Akhlaq Tercela

Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Akhlaq yang tampak pada diri seseorang merupakan refleksi zhohir dari batin orang tersebut. Artinya baik buruknya akhlaq yang terlihat maka seperti itulah jati diri batin orang tersebut. Islam telah menetapkan kaidah agung tentang hal ini, yaitu adanya korelasi yang kuat lagi erat antara akhlaq dan iman seseorang. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Baca lebih lanjut

Iklan

Falaa tuzakkuu anfusakum

Falaa tuzakkuu anfusakum…

Demikianlah bunyi salah satu potongan ayat al-Qur’an. Sebagaimana di dalam surat an-Najm ayat 32. Maknanya kurang lebih ialah: “oleh karena itu, janganlah kalian menilai sucinya diri-diri kalian”. Yaitu janganlah kalian merasa terbebas dari kelemahan, kekurangan, kesalahan dan dosa. Sikap menilai baiknya diri seperti ini disebut tazkiyah dan Alloh azza wajalla melarang setiap kita dari mentazkiyah diri-diri masing-masing. Baca lebih lanjut

Husnuzh-zhon, sulitkah?

Di dalam sebuah ayat al-Qur’an Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al-Hujurot: 12)

Adalah para salaf kita yang sholih, apabila mendapati apapun dari orang lain sesutau yang sekiranya tidak disuka oleh jiwa mereka tidak berpurba-sangka. Malah justru sebaliknya. Mereka meminta alasan untuk membenarkan apa yang didapatinya. Mereka meminta alasan bukan karena ingin mendustakan apa didapatinya. Dan inilah husnuzh zhon. Baca lebih lanjut

Sakit Hati, Mengapa terjadi?

Apabila ada tiga cawan, yang satunya kosong belum terisi, yang satunya lagi terisi setengahnya, adapun yang ketiganya telah penuh terisi, kiranya cawan yang mana diantara ketiganya yang masih bisa menerima sesuatu? Jawabannya tentu yang masih kosong dan atau yang masih terisi setengahnya. Adapun yang telah penuh maka tidak mungkin lagi bisa menerima sesuatu. Apabila sebuah cawan kita isi dan terus kita isi, maka akankah cawan itu tetap lapang atau bahkan semakin lapang, atau justru cawan itu akan semakin sempit ruangannya? Baca lebih lanjut

Mengapa menjadi baik itu sulit?

Sering sekali kita dapati diri kita merasa berat untuk beramal kebaikan. Padahal kita telah mengetahui kebaikan amal tersebut. Dan juga sering didapati jiwa kita berat untuk meninggalkan apa yang Alloh subhanahu wata’ala larang. Padahal kita telah tahu keburukan dan bahayanya. Baik bahaya di dunia yang disegerakan ini, maupun bahaya nanti di hari akhir.

Banyak juga saudara-saudara kita yang mungkin juga termasuk kita senidiri, merasa bahwa sholat yang dilakukan tak berfaedah apa-apa baginya. Sehingga ia menyoal, bagiamana kebenaran ayat bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Nyatanya, tetap saja perbuatan keji dan mungkar dilakukan. Baca lebih lanjut

Selisihi Nafsumu

Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah pernah mengatakan, “Sesungguhnya setan tidak memiliki pintu masuk ke dalam dada manusia selain dari pintu nafsu. Setan senantiasa mengintai manusia, kiranya dari arah mana ia bisa masuk, lalu merusak hati serta amalan hamba tersebut. Namun setan tidak mendapati pintu masuk dan tidak pula ia dapati jalan menuju ke sana selain dari nafsunya. Lalu setan pun ikut dalam arus nafsu tersebut sebagaimana ikut larutnya racun dalam aliran darah di setiap urat-urat”.[1]

Baca lebih lanjut