Sabar itu Baik

Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Dalam sebuah hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah menginformasikan bahwa sabar itu laksana sinar matahari yang membawa pancaran cahaya panas pada sumbernya dan buat yang dikenainya. Beliau menyebutkan:

وَالصَّلَاةُ نُوْرٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ.

.… Dan sholat itu laksana sinar rembulan, shodaqoh itu bukti keimanan, sedangkan sabar itu laksana sinar matahari…. (HR. Muslim, Kitab Thoharoh bab fadhlul wudhû’)

Demikian itu disebabkan sabar merupakan perkara sulit dan sangat berat bagi seseorang, padanya terdapat kepenatan dan kepahitan bahkan terkadang terdapat sakit dan derita. Sehingga ia sangat sesuai bila diibaratkan dengan panasnya sinar matahari, di mana kita semua membutuhkannya dalam mengarungi kehidupan ini meski kita tahu betapa panasnya ia, begitu pulalah kesabaran.

Bila kita tengok kehidupan manusia di alam fana ini, mulai dari awal kehidupannya hingga dia beranjak pergi meninggalkannya tentu kita dapati sangat banyak hal yang menuntut kesabaran. Adanya nafsu yang senantiasa menyeru kepada kelezatan hidup sementara, juga banyaknya sandungan yang kadang begitu berat dirasa oleh jiwa, juga beban kewajiban yang amat menyita waktu, semuanya benar-benar membutuhkan kesabaran dalam mengarunginya. Yang pasti, dalam kehidupan ini ada sebuah ujian dan kompetisi, semua ingin menuju sukses sekalipun harus melalui ujian hidup berat, mengerahkan daya dan upaya, serta banyak pengorbanan. Semua ini mengingatkan kita pada sebuah ayat:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (QS. al-Mulk [67]: 2)

Dalam kehidupan pasutri tentu banyak pula terjadi hal-hal yang mengharuskan mereka berdua bersabar. Sempitnya penghidupan, banyaknya tugas dan kewajiban, amanah memimpin keluarga, istri yang jelek akhlaqnya lagi sulit diatur, dan masih banyak perkara yang menuntut kesabaran suami. Demikian juga melayani suami, mendampingi dan mendukungnya, mengurus harta dan mendidik anak-anak, pekerjaan rumah yang banyak, ditinggal suami, kematian anggota keluarga, musibah dan lain-lainnya pun menuntut kesabaran istri. Ini belum lagi dikaitkan dengan adanya beberapa perbedaan antara kedua anggota pasutri itu sendiri, juga tingginya cita-cita dan harapan mereka berdua sebelum hidup bersama yang makin menuntut kesabaran prima dari mereka berdua guna menuai kesudahan yang baik, sebab semua ini tidak akan membuahkan kebaikan selain dengan kesabaran.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sabda beliau (yang artinya): “Sungguh mengherankan hal ihwalnya seorang yang beriman, sungguh seluruhnya adalah baik; tatkala mendapati hal yang menggembirakan dia bersyukur maka dia mendapati kebaikan dan tatkala musibah yang menyusahkan menimpanya dia bersabar maka dia mendapati kebaikan pula, yang demikian ini tidak terjadi pada siapapun, hanya pada seorang yang beriman.” (HR. Muslim, Kitâbuz Zuhdi war Roqôiq)

Bila pasutri memahami hakikat kehidupan di dunia yang sedemikian itu maka dengan izin Alloh mereka akan mampu bersabar meski panas dan berat mengembannya, karena kelak mereka akan menuai hasil kesabaran nan sangat manis rasanya.

Alloh berfirman:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Robbmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Alloh itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. az-Zumar [39]: 10)

Wallohua’lam

3 responses to this post.

  1. baguuus banget

    Balas

  2. mantabbbb…

    Balas

  3. Assalamualaikum, Kak. kami mohon segenap keikhlasan utuk memberi komentar berupa kritik, saran dsb di postingan kami yang berkaitan dgn “School Contest V”, melihat Kakak (Anda) pandai dalam menulis. tampak pada postingan Kakak (Anda) luar biasa. mohon bantuan dan dukungan, terima kasih. http://www.siteislami.co.cc ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s