Husnuzh-zhon, sulitkah?

Di dalam sebuah ayat al-Qur’an Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al-Hujurot: 12)

Adalah para salaf kita yang sholih, apabila mendapati apapun dari orang lain sesutau yang sekiranya tidak disuka oleh jiwa mereka tidak berpurba-sangka. Malah justru sebaliknya. Mereka meminta alasan untuk membenarkan apa yang didapatinya. Mereka meminta alasan bukan karena ingin mendustakan apa didapatinya. Dan inilah husnuzh zhon. Berbaik-sangka. Demikianlah pesan-pesan hikmah para salaf kita. Agar kita senantiasa berhusnuzh zhon terhadap saudara kita.

Adalah Abu Qulabah mengatakan: “Apabila kalian mendapati sesuatu dari saudaramu yang kamu tidak sukai maka mintalah alasan darinya. Seandainya kamu tidak mendapatkannya darinya maka katakan kepada dirimu sendiri: “Sesungguhnya dia punya alasan yang tidak aku ketahui”. (Roudhotul uqola: 184)

Dan adalah Abdul Aziz bin Umar mengatakan: “Ayahku pernah berkata kepadaku; “Wahai anakku, apabila kamu mendengar satu kata dari seorang muslim maka janganlah kamu menafsirkannya dengan keburukan selagi kamu masih mendapati ada tafsiran baik yang lain yang memungkinkan.” (al-Hilyah : 5/278)

Adalah Hamdun pernah berkata: “Apabila salah satu saudara kalian tersalah maka mintalah tujuh puluh alasan agar kalian bisa memaklumkannya. Apabila dengan tujuh puluh alas an tersebut hati kalian tetpa tidak bisa menerima sehingga kalian bisa memaklumkannya, maka ketahuialah sesungguhnya yang tercela adalah diri kalian sendiri, dimana tatkala tujuh puluh alasan telah jelas bagi seorang muslim ia tetap tidak menerimanya.” (Syuabul Iman: 7/11198)

Apabila demikian hikmah para salaf kita tentang husnuzh zhon, bagaimana mereke bisa pernah sakit hati? Lalu bagaimana dengan kita? Mengapa sering sekali jiwa ini menderita? Mengapa sering sekali sekali kita sakit hati? Apakah husnuzh zhon itu hanya mudah bagi para salaf dan sangat sulit bagi kita? Sehingga kita sering sakit hati.

Padahal husnuzh zhon itu merupakan perkara yang sangat baik dan tidak ada celanya. Bagaimana tidak? Husnuzh zhon ialah sesuatu yang apabila kita tepat maka kita diberi pahala dan apabila kita meleset pun tidak akan berdosa.

Sungguh ketika sebagian hikmah para salaf adalah senantiasa hus nuzh zhon, berarti mereka adalah para salaf yang senantiasa berusaha menumpuk pahala dan tak ingin berdosa. Semoga Alloh menjadikan kita sebagiamana mereka. Amin.

One response to this post.

  1. Terima kasih ustadz, uraian diatas membuat saya sadar…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s