SOAL JAWAB; Ibu tiri termasuk mahrom?, Sholat sbg pencegah maksiat?, Meninggalkan sholat jum’at 4 kali?& Sutroh?

SOAL :

Assalamu’alaykum, ustadz Abdul Adhim yg semoga dirahmati oleh Alloh, ana ingin bertanya:
1. apakah bapak tiri/ibu tiri termasuk mahrom?
2. sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, tetapi mengapa ana merasa sholat itu tdk menjauhkan ana dari maksiat? ana malah semakin banyak melakukan maksiat?
3. Bagaimana hukumnya orang yg meninggalkan sholat Jum’at 4 kali secara sengaja? apakah ini mengandung arti bahwa ia telah keluar dari Islam? dan bgmn tobatnya?
4. Kita dianjurkan utk memakai sutrah ketika sholat, lalu bgmn apabila ada orang yg lewat di depan kita saat sholat, sementara sdh dicegah sebanyak 3 kali tetap memaksa. bagaimana sikap kita yang benar?
sekian ustadz, pertanyaan dari ana. Afwan bila terlalu banyak. Jazakallohu khoiron…

JAWAB :

Wa’alaikumussalam.
Akhi fillah. Semoga Allah ta’ala merahmati kita semua. Masya Allah ta’ala. Semoga Allah ta’ala membimbing hati-hati hanif kita menggapai hidayah-Nya. Akhi fillah, ini jawaban ana atas beberapa pertanyaan Antum, barakallahu fiik;
1. Bapak tiri dan ibu tiri termasuk mahram (yang tidak boleh nikahi). QS. ab-Nisa’: 22. Menikahi ibu tiri termasuk fahisyah, zina, yang sangat keji. Semoga Allah ta’ala memelihara kita darinya. (Majmu’ fatawa wa rosail Ibnu Utsimin, 21/187 soal nmr: 239)

2. Untuk masalah kedua Antum, ana mengajak Antum dan semua saudara kita yang mampir di sini untuk menjawabnya bersama-sama dengan sedikit faedah yang kita petik dari penuturan para ulama kita. Ulasannya bisa disimak di artikel kategori bersih jiwa suci hati berjudul: “Mengapa menjadi baik itu sulit?” Semoga benrmanfaat

3. Yang ana ketahui, orang yang meninggalkan sholat jum’at tiga kali berturut-turut karena meremehkannya maka dia munafiq, atau Alloh ta’ala akan tutup mati hatinya sehingga ia akan merugi. Demikian sebagaimana dalam beberpa riwayat hadits. Jadi bukan kafir. Adapun cara bertaubatnya, hendaklah ia segera berhenti dari meninggalkan sholat jum’at, sebagaimana dalam riwayat imam Muslim, kemudian meminta ampunan kepada Alloh ta’ala atas dosanya, tidak mengulanginya lagi, dan berniat akan melakukannya lillahi ta’ala. Semoga Alloh ta’ala mengampuni dosa-dosa kita. Adapun riwayat tentang kafaroh meninggalkan jum’at berupa sedekah maka semuanya lemah (dhoif).

4. Apabila ada orang yang lewat di depan kita sedangkan kita sedang sholat menghadap dan mendekat sutrah maka kita halangi ia agar tidak melewati depan kita sekuat kemampuan kita. Di bolehkan sampai kita yang mendekat ke sutrah sampai pun harus kita menempelkan badan ke sutrah, demi agar oang tersebut tidak melewati depan sholat kita. Sehingga orang tersebut melewati belakang kita. Ini apabila orang tersebut memang hendak melewati kita sementara tidak ada jalan selain yang kita pakai shoalt tersebut. Dan tidak ada syariat membunuhnya. Makna haditsnya bukan bunuhlah tetapi lawanlah agar tidak melewati depanmu. Lebih jelasnya, silahkan baca artikel terkait di Yang Harus Kita Ketahui Tentang “Sutroh” Orang Sholat

Wallohu a’lam.

2 responses to this post.

  1. wa’alaikumussalam warohmatulloh..

    semoga bermanfaat. wa fiik baarokalloh..

    Balas

  2. wa’alaikumussalam warohmatulloh..

    semoga bermanfaat akhi, wa fiik baarokallohu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s